Senin, 06 Januari 2014

Pendekatan Gaya Mengajar Eksplorasi Tak Terbatas

Pertanyaan dari judul di atas muncul ketika peserta bertanya pada saat saya menyampaikan materi pada sertifikasi  guru (PLPG Samarinda tahun 2010), sempat kaget juga, tapi itu ga' jadi soal, hanya perlu menenangkan diri sejenak, terus mengingat eksplorasi karya Prie GS (Hidup ini keras, maka gebuklah!) dan kecantikan Aura Kasih... bereesssss lahhh.
Lalu kujawab aja..... 
Kita mulai dari...

Ciri-ciri......

Dalam gaya ekplorasi terbatas, guru membantu menyediakan alat-alat pengajaran dan merancang tugas yang akan dijelajahi. Petunjuk yang disampaikan guru bisa begini: “Hari ini, separuh waktu bebas kamu isi dengan aneka kegiatan, dan silahkan mencari dan memakai alat yang dibutuhkan.”

“Ambil bola dan silahkan memainkannya sesuka hatimu” Tidak ada batas, kecuali faktor keselamatan siswa. Guru cuma mengingatkan bagaimana menggunakan alat.

Pelaksanaan.....

Karena diutamakan kemampuan siswa mencari cara pemecahannya sendiri, maka tidak ada contoh atau demonstrasi dari pihak guru. Jadi guru menghindari pemberian petunjuk dan hasil yang harus dicapai, kecuali mengingatkan beberapa hal seperti cara memakai alat. Hal itu untuk mencegah anak meniru atau tidak kreatif.

Prinsip........

  1. Dalam penerapan gaya eksplorasi tak terbatas, tidak berarti guru tidak aktif. Dalam praktek ia berkeliling memberikan dorongan dan menjawab pertanyaan yang dikemukakan secara perorangan. 
  2. Guru memusatkan perhatiannya untuk memotivasi siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa agar mandiri dan kemudian semakin mandiri sesuai dengan perkembangan anak.
INI gaya mengajar pak......

selessaai....... dan peserta itu pun mengangguk-nggagguk,, (seraya mengumbar senyum termanisnya)

sayang,,,,,,, you berkumis!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar